Malam punya Cerita di Rasi Bintang Layang-Layang Kita
Ruang sepi diantara ingar-bingar. Aku
menunggumu. Sederet kalimat paling normatif sekalipun.Tetapi, tidak. Kau
tidak menyapaku dengan cara paling sederhana sekalipun. Kau benar-benar
meminggirkanku. Baik, selesailah.
:: aku menua untuk selalu mentapmu wahai langitku! Tak apa, toh ini bukan hak ku karena belum saatnya ini hanya saja kilatan perasaan disaat usia meronaku, wajar.
:: aku menua untuk selalu mentapmu wahai langitku! Tak apa, toh ini bukan hak ku karena belum saatnya ini hanya saja kilatan perasaan disaat usia meronaku, wajar.
Sudahlah....
Aku sudah tidak punya lagi doa untukmu.
Selesai. Tuhan sudah terlalu baik. Tidak pantas aku merepotkan Dia terus menerus.
Aku bosan. Penyiksaan ini sudah menua. Hidupku sekarang hanya ingin meniti jejak di permukaan pelangi, itu saja. Aku tahu aku hanya awan, bukankah kau tahu itu....Wahai langitku?!
:: Waktu punya caranya sendiri melewatkan segala ini.
Sudahlah, mengepaklah. ^_* >TASARO G.K.
Aku sudah tidak punya lagi doa untukmu.
Selesai. Tuhan sudah terlalu baik. Tidak pantas aku merepotkan Dia terus menerus.
Aku bosan. Penyiksaan ini sudah menua. Hidupku sekarang hanya ingin meniti jejak di permukaan pelangi, itu saja. Aku tahu aku hanya awan, bukankah kau tahu itu....Wahai langitku?!
:: Waktu punya caranya sendiri melewatkan segala ini.
Sudahlah, mengepaklah. ^_* >TASARO G.K.
Selamanya cinta ^_* karena cinta punya cerita maka kutitipkan cerita buatmu wahai sang langitku! Bisakah pandang aku di rasi bintang layang-layang milik kita ?...oh,,,tidak aku lupa kan hal itu,,, bukankah aku belum memberitahukanmu bahwa kita punya rasi bintang layang-layang? Jelasku,,, kita bagai awan dan langit.... dan jelasku bahwa malam punya cerita kita di rassi bintang layang-layang itu. Pandanglah dan nikmati auranya!! Hanya hati yang tahu.... Cinta begitu syahdu.
Ada cinta, kutitipkan cerrita ^_^.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar