PUJI LESTARI
A310120174
6E
Psycholinguistics
What is a psycholinguistics?
Bloomer, Griffths, and Merrison (2005:342) said that psycholinguistics
is the study of this relationship between language and the mind. It tackles at least six huge areas of vital importance to an understanding
of what language is. They are language acquisition, brain and language, lexical
knowledge, memory and language, language processing, and language difficulies.
Maka, dapat diartikan sesuai pendapat Bloomer, Griffths, and
Merrison (2005:342) bahwa psikolinguistik merupakan suatu ilmu yang mengkaji
hubungan antara bahasa dan pikiran (ilmu jiwa). Psikolinguistik
menangani setidaknya enam bidang besar sangat
penting untuk memahami suatu bahasa.
Mereka adalah penguasaan bahasa, otak dan bahasa, pengetahuan
leksikal, memori dan bahasa, pemrosesan bahasa, dan kesulitan bahasa.
Senada dengan pendapat Bloomer, Griffths, dan Merrison, maka Herbert Schendl (2007:70) memaparkan bahwa:
"Psycholinguistics explanations of change focus on the cognitive
processes in the brain of the spaker and are particularly related to the
different versions of generative theoris of language as first developed by Noam
Chomhsky".
Jadi, dapat diartikan pula bahwa psikolinguistik merupakan penjelasan mengenai perubahan fokus pada proses kognitif di otak spaker (penutur) dan secara khusus berkaitan dengan versi yang berbeda dari teori generatif bahasa sebagai pertama kali dikembangkan oleh Noam Chomhsky.
Adapun pendapat lain yang mengatakan bahwa Psycolinguistic as the experimental
study of the psycological prosses through which a human subject
acquires and implements the system of natural languange (Caron, 1998: 1).
Dari yang dijelaskan Caron dapat diasumsi bahwa psikolinguistik merupakan studi eksperimental dari proses psikologis di
mana subjek manusia memperoleh dan menerapkan sistem bahasa.
Dengan demikian, dapat saya simpulkan bahwa psikolinguistik merupakan suatu ilmu yang mempelajari dan mengkaji bahwa adanya peran bahasa dengan kondisi psikologis masyarakat, bagaimana memperoleh, menerapkan, mempengaruhi, dan saling memahami suatu bahasa antar manusia . Jadi, psikolinguistik itu memiliki peran penting bagi manusia untuk menciptakan suatu kondisi yang harmonis antarmanusia dengan menghadirkan bahasa yang menjadi alat komunikasi. Dengan begitu, berarti ada proses yang mengintergrasikan antara bahasa dengan ilmu jiwa. Psikolinguistik juga berkaitan dengan penguasaan bahasa, otak dan bahasa, pengetahuan
leksikal, memori dan bahasa, pemrosesan bahasa, dan kesulitan bahasa, juga ada proses kognitif dan metakognitif yang mewakilinya.
DAFTAR PUSTAKA
Bloomer, Aileen, Griffths Patrick and Andrew John Merrison. 2006. Introducing Languange In Use. London and New York. Routledge Taylor and Prancis Group.
Schendl, Herbert. 2001. Historical Linguistics. New York: Oxford University Press.