Asa yang Kelabu
Dulu warna hanya ada dua yakni hitam dan putih.Tapi bagaimana dengan sekarang?Yang secara tiba-tiba aku sudah mengetahuinya dengan beragam klasifikasi warna itu.Ketika perpaduan warna mulai ditemukan maka hiduplah suasana jiwa,katanya hati. Ketika itu juga kehidupan menghadirkan warna "Pink".Menghadirkan disisi lain dari perasaan hatiku.Hingga aku tergiur untuk tersenyum pada simbol warna "Pink"Mereka tahu bahwa setiap warna memiliki simbol makna tertentu.Aku begitu tenang memaknainya
Syifa namaku.Gadis manis nan sedikit kocak.Bertahi lalat dipipi dan berwajah oval.Kharakteristik yang unik.Terkadang orang memujiku dengan bahasa yang santun dan terkadang pula orang memujiku dengan bahasa aneh.Aku tidak peduli tentang itu.Yang jelas yangku tahu bahwa sekarang dunia telah membuka banyak kesempatan untukku.Aku lebih banyak tahu,aku lebih banyak berbaur,dan aku lebih sering penasaran terhadap sesuatu hal.Terima kasih ya Allah.
Pagi itu,dunia ditemani suasana yang menyejukkan dan diiringi irama alami dari suara merdu kicauan burung-burung yang selalu hadir meramaikan pagi.Tak mau kalah pula dengan embun yang menyanjung pagi dengan samar-samar kabut putihnya.Aku berjalan menapaki waktu,aku mencari sesuatu kewajiban di sebuah gedung yang terlihat begitu megah tepatnya dimenara lantai tiga.Sebuah kotak kecil berstatus"Gosips".Dihimpuni oleh berbagai versi manusia.Aku hanya seonggok gadis terlena disana.Rutinitas hanya belajar.Tapi aku "Syifa" punya warna-warni cerita.Seperti..............
"Syif!kamu pernah nggak jatuh cinta?"kata Rini.(Seorang teman Syifa yang begitu dekat dengannya yang suka menanyakan sesuatu yang mengagetkan untuk Syifa)
"Apa??kok tanya itu sih?kan kamu tahu sendiri aku seperti apa?aku begitu takut dengan kata-kata itu,"jawab Syifa.
"Hem ya sudahlah!Padahal aku ingin mengatakan sesuatu tentang perasaan seseorang terhadapmu.Lupakan Syif!" sambung Rini.
Sejak iu pula aku mulai memikirkan tentang sebuah kata-kata jatuh cinta yang aku anggap sebuah misteri yang menakutkan.Hingga akhirnya aku mulai sering memandangnya dan menjadi peduli denganya.Ternyata kami memiliki banyak kesamaanyang sama nan unik.Dia selalu membuatku tersenyum tanpa aku sadari.Dia membuatku berfikir lain.Dia membuatku berharap.Tapi kami hanya sebatas sahabat.Sedikitpun tak lebih.Bahkan sebelumnya kami pernah mengatakan bahwa sahabat tidak untuk tempat perasaan lain.Maksudnya perasaan jatuh cinta.Aku tahu itu.Tapi salahkah bila ini suatu siratan yang datang padaku yang sulit untuk aku buang.Hahaha....aku tak tahu.
Sekitar pukul 21.20 aku sibuk membuka FB,ya seperti khalayak manusia lainnya yang ingin mengeksistensikan dirinya di FB.Ternyata secara tiba-tiba dengan wajah kagetku.
"Hah....!(Dengan wajah terbelalak) tiba-tiba saja...
"Aku senang aku senang,"komentarku.
"Terima kasih sudah menjadi sahanbatku.Aku akan selalu mengingatmu Syifa."
Itulah kata-kata darinya.Kata-kata yang menyentuh jiwa.Aku takkan bisa berfikir untuk berperasaan lain terhadapnya.Bagaimana dengan perasaannya?dia hanya sosok yang sebenarnnya mengerikan dari fenotipnya.Kenapa aku bisa hanyut dengan sifatnya yang begitu egois,menyebalkan,dan kental dengan kata "Manja".Oh,,,tidak mungkin.
"Hei Syifa?sudah ada jawabankah?siapa yang kau sukai?"tanya Rini kembali.
"Ada,kau tahu aku sekarang mau mengejar hati seseorang dengan berbagai cara deh,,aku akan buktikan betapa kuatnya aku,,,pasti dia bakal suka denganku.Mau tahu bagaimana caranya?aku bakal pakai rumus imutku,hahaha,"jawap Syifa dengan PD-nya.
Hahaha....ternyata kamu bisa keyek gini juga ea Syif,aku nggak nyangka,"balas Rini dengan ketawa kudanya.
Waktu terus berlalu tanpa alasan.Begitu juga dengan perasaan Syifa yang tanpa beralasan untuk menyukai seseorang.Dan akhirnya ia hanya bisa menyukai seseorang.Itulah asa yang kelabu bagi hatinya dalam selipan perjuangan menggapai impian.(Maaf ceritanya belum selesai ea...kapan-kapan disambung)
Waktu terus berlalu tanpa alasan.Begitu juga dengan perasaan Syifa yang tanpa beralasan untuk menyukai seseorang.Dan akhirnya ia hanya bisa menyukai seseorang.Itulah asa yang kelabu bagi hatinya dalam selipan perjuangan menggapai impian.(Maaf ceritanya belum selesai ea...kapan-kapan disambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar